Hidupku sudah di gariskan, dari kecil bakat yang ada padaku (lebih tepat "mungkin ada"), pendidikan yang kujalani hingga sekarang, keselurahannya menuntunku pada profesi yang akan melekat padaku selamanya. Aku akan hidup darinya, nanti keluargaku dan anak-anakku akan hidup darinya pula. Pekerjaanku nantinya akan bergelut dengan kepingan-kepingan puzle pribadi seseorang. Aku harus mencari kepingan-kepingan itu, membalik, menyusun, menutup keping yang hilang dengan mungkin membuat imitasi keping yang baru. Menyembuhkan, mengisi, mengganti, memberi makna. Pekerjaan yang tidak mudah bukan? Jangan sampai aku memasang kepingan puzle dengan terbalik hingga menghasilkan wajah yang lain yang bukan sebenarnya. Aku harus membuka puluhan lembaran, mencari dan harus menebak dengan benar.
Aku teringat kata-kata dosenku "jika kalian mau mengenal seseorang dengan tepat, kenalilah lebih dulu dirimu dengan dalam.."
Kepekaan adalah senjata utama untuk menunjangku. aku masih ragu apa aku telah memilikinya dengan utuh, atau baru sebagian atau malah belum sama sekali.
Katanya, harus dilatih dari diri sendiri, mencoba mengenal dan peka terhadap perasaan-persaan sendiri bahkan yang terburuk sekalipun dan menerimanya... dengan begitu aku akan lebih memungkinkan membangun hubungan yang menyembuhkan dengan orang lain. Mungkin benar juga...
bagaimana bisa ingin membangun hubungan yang menyembuhkan bila tidak dapat menerima perasaan sendiri dan kemudian perasaan orang lain, bahkan yang terburuk sekalipun? dan bagaimana bisa menerima jika tidak peka?
Dalam kamus besar bahasa kita, bahasa Indonesia peka berarti : tidak lalai, mudah merasa, mudah bergerak, mudah menerima atau meneruskan pengaruh. Peka terhadap perasaan berarti menyadari (aware) apa yang dirasa, merasa apa yang dirasa, tidak menyangkal atau mengabaikan.
Dengan diri sendiri kita dapat memilah-milah apa yang dirasa tersebut. Menyadarinya dan menerimanya, sehingga dapat memperbaiki dan berdamai dengannya. Bagaimana dengan peka terhadap perasaan orang lain? Perasaan mereka tergambar melalui kata-kata yang mereka gunakan, melalui gerakan, melalui tatapan mata, melalui cara berpikir dan bekerja dan melalui diam mereka. Peka berarti mampu menangkap benang merah dari keseluruhan yang ditunjukkan, dan kita pun dapat bertindak, dapat masuk dengan tepat dan diterima. Ada kenyamanan yang dirasa mereka, jika kita mampu untuk peka. Semakin nyaman, mereka akan semakin menumpahkan seluruhnya, awal munculnya hubungan yang menyembuhkan.
Semakin sering bertemu, berbicara dan menjalin relasi dengan banyak orang lain yang berbeda-beda, kepekaan akan semakin terasah. Begitu kata ibu bosku dulu di belakang kalimat "Helty, kamu hanya kurang peka...".
Peka mudah muncul dalam hati yang murni dan tidak memanfaatkan, tidak menghakimi dan tidak melabel. Dan hati yang terbuka lebar untuk menerima.
...kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu ...isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
Label
- Buat sahabat (3)
- Ceritaku (5)
- curhat (9)
- jalan-jalan (3)
- joke (1)
- nature (2)
- tips (5)
Tampilkan postingan dengan label tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips. Tampilkan semua postingan
Selasa, 20 September 2011
Minggu, 03 April 2011
Hari Autis Sedunia
Saya yakin semua orang pernah mendengar atau bahkan mungkin berulang kali pernah menggunakan nama gangguan ini untuk menjuluki teman yang selalu menyendiri...ya, Autis. Pernahkah menemuinya secara langsung?..pernahkah bertatapan mata langsung dengannya?, hmm untuk pertanyaan kedua ini kecil kemungkinannya teman-teman pernah melakukannya.Sabtu tanggal 2 April 2011 kemarin, seluruh penjuru dunia merayakan hari Autis. Dasar hukum pelaksanaan Hari Autis Sedunia adalah resolusi PBB No. 62/139 yang dikeluarkan 18 Desember 2007. Melalui perayaan Hari Autis Sedunia ini diharapkan seluruh masyarakat terutama orang tua dapat menerima keberadaan para penyandang autis.
Autis berasal dari bahasa Yunani, auto yang berarti sendiri dan isme yang berarti aliran. Autis termasuk dalam Pervasive Developental Disorder yaitu gangguan perkembangan menyeluruh yang meliputi interaksi sosial, komunikasi (verbal dan non verbal), perilaku bermain dan ketertarikan (interest).
Belum ada bukti jelas penyebab tunggal munculnya gangguan Autis, namun dari hasil penelitian, Autis disebabkan karena adanya gangguan struktur dan fungsi otak, sekali-kali bukan karena pengasuhan atau salah didikan dari orang tuanya. Dari pemeriksaan MRI penderita Autis memiliki ukuran otak kecil yang lebih kecil dari ukuran normal. Penyebab kelainan otak ini bisa karena genetis, gangguan sejak dalam kandungan saat lahir atau setelah kelahiran, salah satu penyebabnya adalah virus (toxoplasma, cytomegalo, rubella dan herpes) atau jamur yang ditularkan ibu pada janinnya, dapat juga karena menghirup atau mengkonsumsi zat yang sangat polutif yang meracuni janin.
Gangguan Autis sudah dibawa sejak anak lahir namun pada umumnya gejalanya terlihat sebelum anak mencapai usia 3 tahun. Anak-anak yang menderita autis dalam kesehariannya menunjukkan perilaku yang cenderung tidak lazim dengan anak-anak pada umumnya. Gejala pokok anak autis adalah adanya gangguan dalam interaksi sosial misalnya menolak disayang atau dipeluk, tidak ada usaha untuk berinteraksi dengan orang lain, tidak menoleh jika dipanggil, tidak mampu mempertahankan atau menciptakan kontak mata, gangguan dalam komunikasi misalnya, terlambat bicara atu tidak dapat bicara, mengeluarkan kata-kata yang tidak dapat dimengerti, membeo, bicara monoton seperti robot, mengeluarkan suara tertentu berulang-ulang, gangguan dalam perilaku bermain misalnya anak bermain monoton dan selalu sama, terpaku pada sesuatu yang bergerak terus menerus misalnya roda yang berputar, ganggun emosi misalnya sering mengamuk tak terkendali, sedangkan gangguan dalam bidang sensoris misalnya dapat sangat sensitive dan bahkan justru tidak responsif terhadap semua rangsangan panca indera.
Bisakah Autis di sembuhkan? pada kenyataannya gangguan di otak tidak dapat disembuhkan, namun dapat dikurangi gejalanya sehingga penderita autis dapat memaksimalkan kemampuannya. Terapi dini (sejak dideteksinya gangguan, usia kurang dari 3 tahun), terpadu dan intensif sangat membantu dalam hal ini. Namun orang tua yang cuek juga budaya kita yang tidak siap jika dalam keluarga terdapat anak-anak berkebutuhan khusus ini membuat para orang tua berlaku tidak adil dengan selalu menempatkannya di belakang dan dianggap sebagai aib, hal ini amat sangat merugikan dan menghilangkan kesempatan untuk di tangani sejak dini. Makin muda umur anak saat di terapi semakin besar keberhasilannya, umur idealnya adalah 2-5 tahun karena pada usia itulah otak dalam pertumbuhan pesat.
Ada 8 terapi yang bisa digunakan kepada penderita autis antara lain; Educational Treatment, pendekatan developmental, treatment and education and related communication, biological treatment, speech language therapy, peningkatan komunikasi, pelayanan autisme intensif dan terapi yang bersifat sensoris. Orang tua pun dapat belajar pada terapis dan sebagian terapi dapat dilakukan di rumah.
Sedangkan untuk pendidikannya anak dapat diikut sertakan dalam program sekolah khusus, home schooling, ataupun program inklusi (mainstreaming), masing-masing program memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, orangtua dapat meminta bantuan psikolog untuk memutuskan program apakah yang paling tepat untuk anak. Jangan sembunyikan mereka, cobalah untuk peka sejak dini.
Kepustakaan :
DSM IV. 2000. American psychiatric Association. Washington DC
detik.com/hari autis sedunia
Prasetyono, D. S. 2006. serba serbi anak autis
Selasa, 29 Maret 2011
Krisan
Krisan, nama yang indah..bunga ini tak pernah luput dalam dekorasi acara-acara seremonial seperti pernikahan, ia juga nongol dalam vas di meja kegiatan rutinitas seperti ibadah minggu di gereja terkadang juga tampil bukan dalam acara atau kegiatan yang mengundang banyak orang, dalam keluarga ia pun kadang tampil setangkai dua tangkai dalam gelas ramping yang tinggi di tengah meja makan. Warnanya cerah mekar dengan kelopak bertumpuk-tumpuk. Untuk ku bunga ini tidak pernah kehilangan pesonanya. Wanginya khas tidak selembut mawar pink atau semerbak melati putih, baunya seperti campuran dedaunan yang dilumat, menyegarkan.
Krisan berasal dari negara Cina, kira-kira 2.500 tahun sebelum diperkenalkan ke Eropa, sekarang bunga ini banyak di tanam di Eropa Barat bahkan di Jepang bunga ini di angkat menjadi bunga Nasional.
Krisan kadang juga dikenal dengan sebutan bunga seruni, bunga November atau bunga musim gugur. sebagai bunga potong bunga ini bisa bertahan lebih dari 2 minggu, di sebagian negara Asia seperti Indonesia dan Cina kelopak kering bunga ini dapat dijadikan minuman untuk mengurangi gejala influensa, sakit tenggorokan dan panas dalam, minuman ini biasa disebut dengan "teh bunga", bunga ini juga membantu melancarkan peredaran darah dalam urat nadi. Didalam kelopak-kelopak bunga ini mengandung pyrenthrum, zat yang bisa membantu mengusir kutu atau hama.
Krisan berasal dari negara Cina, kira-kira 2.500 tahun sebelum diperkenalkan ke Eropa, sekarang bunga ini banyak di tanam di Eropa Barat bahkan di Jepang bunga ini di angkat menjadi bunga Nasional.
Krisan kadang juga dikenal dengan sebutan bunga seruni, bunga November atau bunga musim gugur. sebagai bunga potong bunga ini bisa bertahan lebih dari 2 minggu, di sebagian negara Asia seperti Indonesia dan Cina kelopak kering bunga ini dapat dijadikan minuman untuk mengurangi gejala influensa, sakit tenggorokan dan panas dalam, minuman ini biasa disebut dengan "teh bunga", bunga ini juga membantu melancarkan peredaran darah dalam urat nadi. Didalam kelopak-kelopak bunga ini mengandung pyrenthrum, zat yang bisa membantu mengusir kutu atau hama.
Krisan sangat banyak jenisnya, dari warna hingga ukuran yang berbeda-beda.

Ada sumber yang mengatakan bahwa bunga krisan mempunyai arti cinta rahasia, pantas bila mawar menjadi bunga favorit pilihan para lelaki sebagai persembahan untuk perempuannya, dan bukan bunga krisan. Bunga ini tidak pernah timbul dalam hubungan cinta terpublikasi karena kerahasiaannya.


Di pasar bunga, Krisan pot sangat mudah didapat. Cara merawatnya pun tidak begitu susah, cukup letakkan pot krisan dalam ruangan dengan cahaya yang cukup, karena krisan tidak tahan terhadap terpaan air hujan dan membutuhkan cahaya terang untuk warna cerahnya. Berikan suply air dalam bentuk spray untuk mencegah suply air berlebihan seminggu kurang lebih 2 hingga 3 kali.
Minggu, 12 September 2010
Wadah Plastik
Kopi yang siap minum dipagi hari tetapi tidak diminum karena masih terlalu panas atau waktu terlalu mepet, membuat saya mencari cara agar tetap bisa menikmati kopi sebelum memulai aktivitas hari itu, saya ingin mengakhiri kebiasaan saya - kopi habis disemutin ketika pulang sore hari.
Kemarin, saya berjalan-jalan di toko khusus berjualan wadah plastik dengan tujuan mencari gelas plastik yang mobile, bisa di bawa kemana-mana dan tentu saja saya mencari yang aman, aman dalam arti tidak mengandung bahan kimia berbahaya, tahan panas, tidak berbau, dapat diisi berulang-ulang dan tentu saja tidak bocor. ternyata tidak hanya gelas plastik saja, semua wadah plastik yang dijual di bagian bawah setiap wadah ada suatu kode tertentu yang tentu saja mempunyai arti tertentu.
berikut hasil browsing saya untuk mengartikan kode-kode tersebut yang dapat dipakai sebagai pedoman memilih wadah plastik yang aman.
kode recycling
kode ini ada di bawah kemasan plastik yang artinya plastik tersebut dapat di daur ulang, di dalam segitiga tersebut biasanya ada sebuah angka dan di bagian bawahnya terdapat huruf-huruf yang mempunyai arti.
Wadah dengan kode ini dibuat dari kandungan PETE (polyethylene terephthalate). Wadah plastic jenis ini biasanya dipakai untuk botol plastic berwarna jernih/transparan seperti botol air mineral, botol jus, dan botol minuman lainnya. Wadah dengan bahan ini hanya digunakan sekali. Lapisan polimer yang digunakan dalam wadah tersebut dapat meleleh dan mengeluarkan bahan karsinogenik (yang dapat menyebabkan kanker) bila wadah digunakan berulang atau dipanaskan.
Wadah jenis ini terbuat dari bahan HDPE (high density polyethylene). Wadah dengan bahan ini biasa digunakan untuk botol susu, tupperware, gallon air minum, botol minyak goreng, wadah mentega dan yogurt, dan sebagainya. HDPE merupakan salah satu bahan plastic yang aman digunakan karena tidak banyak menimbulkan reaksi kimia dengan makanan dan minuman di dalamnya. HDPE bersifat kuat, keras, buram, dan lebih tahan terhadap suhu tinggi. Walaupun tertera angka 2 dalam segitiga tersebut, namun wadah jenis ini sebaiknya juga digunakan hanya untuk sekali pemakaian.
Wadah jenis ini termasuk jenis yang sulit didaur ulang. di bawah segitiga terdapat huruf V yang berasal dari PVC yang berarti bahan tersebut berasal dari polyvinyl chloride. plastik jenis ini biasa di gunakan sebagai plastik pembungkus makanan dan juga beberapa botol minuman dalam kemasan. Plastik ini berbahaya untuk kesehatan karena mengandung DEHA yang dapat bereaksi dengan minuman dan makanan dalam kemasan. Sebaikanya pemakaian plastik jenis ini dihindarkan.
LD
PE berarti low dentisity polythylene yang merupakan plastik yang dibuat dari minyak bumi yang biasa dipakai untuk tempat makanan, plastik kemasan dan minuman dalam botol. plastik jenis ini bersifat kuat, tembus cahaya, fleksibel (dapat ditekan) dengan permukaan agak berlemak. Plastik jenis ini sulit di hancurkan tetapi dapat di daur ulang. Wadah jenis ini baik untuk tempat makanan.
Wada
h jenis ini terbuat dari polyprophylene, yang bersifat transparan, ringan, kuat, ketahanan terhadap lemak baik, stabil pada suhu tinggi dan cukup mengkilap. wadah ini merupakan pilihan bahan plastik terbaik dan aman untuk tempat penyimpanan makanan dan minuman termasuk botol bayi.
PS berarti polystyrene, bahan yang dapat digunakan untuk tempat makan stirofoam dan te
mpat minum sekali pakai. bahan ini dapat melepaskan styrene ke dalam makanan dan mengkontaminasinya. bahan jenis ini harus dihindari karena dapat menimbulkan masalah reproduksi, otak, sistem sysaraf dan pertumbuhan. bahan jenis ini juga sulit didaur ulang.
Bahan ini memiliki berbagai jenis bahan yaitu PC (Polycarbonate), SAN (styrene acrylonitile), ABS (acrylonitile butadiene styrene) dan Nilon. wadah jenis ini dapat di temukan pada botol susu bayi, botol minum, kaleng makanan, minuman kemasan dan plastik kemasan. bahan SAN dan ABS merupakan jenis yang baik digunakan karena memiliki ketahanan terhadap suhu yang baik, reaksi kimia dan kekuatan. untuk jenis PC, jenis ini dapat mengeluarkan bahan utamanya seperti bisfenol A dan merusak sistem hormon, kromosom, ovarium dan dapat menurunkan produksi sperma serta mengubah fungsi imunitas, oleh karena itu wadah PC tidak dianjurkan untuk digunakan. wadah ini kuat untuk dipergunakan berkali-kali. oleh karena sulitnya kita menentukan kode 7 ini terbuat dari bahan PC, SAN atau ABS maka lebih baik penggunaan untuk wadah dengan kode 7 sebaiknya dihindari.
Dari penjelasan di atas maka dapat disimpulkan wadah plastik yang aman untuk digunakan adalah wadah dengan kode 2 (HDPE) , 4 (LDPE) dan 5 (PP).
dan saya memilih gelas plastik biru dengan tutup oranye ukuran 310 ml yang mudah dibawa kemana-mana, aman dengan kode 5 (PP) dan tentu saja tidak bocor. Setiap hari saya bisa menghabiskan minuman hangat saya meskipun masih terlalu panas ataupun waktu terlalu mepet. ^^
Semoga bermanfaat.
Kemarin, saya berjalan-jalan di toko khusus berjualan wadah plastik dengan tujuan mencari gelas plastik yang mobile, bisa di bawa kemana-mana dan tentu saja saya mencari yang aman, aman dalam arti tidak mengandung bahan kimia berbahaya, tahan panas, tidak berbau, dapat diisi berulang-ulang dan tentu saja tidak bocor. ternyata tidak hanya gelas plastik saja, semua wadah plastik yang dijual di bagian bawah setiap wadah ada suatu kode tertentu yang tentu saja mempunyai arti tertentu.
berikut hasil browsing saya untuk mengartikan kode-kode tersebut yang dapat dipakai sebagai pedoman memilih wadah plastik yang aman.
kode recycling

kode ini ada di bawah kemasan plastik yang artinya plastik tersebut dapat di daur ulang, di dalam segitiga tersebut biasanya ada sebuah angka dan di bagian bawahnya terdapat huruf-huruf yang mempunyai arti.
Wadah dengan kode ini dibuat dari kandungan PETE (polyethylene terephthalate). Wadah plastic jenis ini biasanya dipakai untuk botol plastic berwarna jernih/transparan seperti botol air mineral, botol jus, dan botol minuman lainnya. Wadah dengan bahan ini hanya digunakan sekali. Lapisan polimer yang digunakan dalam wadah tersebut dapat meleleh dan mengeluarkan bahan karsinogenik (yang dapat menyebabkan kanker) bila wadah digunakan berulang atau dipanaskan.
Wadah jenis ini terbuat dari bahan HDPE (high density polyethylene). Wadah dengan bahan ini biasa digunakan untuk botol susu, tupperware, gallon air minum, botol minyak goreng, wadah mentega dan yogurt, dan sebagainya. HDPE merupakan salah satu bahan plastic yang aman digunakan karena tidak banyak menimbulkan reaksi kimia dengan makanan dan minuman di dalamnya. HDPE bersifat kuat, keras, buram, dan lebih tahan terhadap suhu tinggi. Walaupun tertera angka 2 dalam segitiga tersebut, namun wadah jenis ini sebaiknya juga digunakan hanya untuk sekali pemakaian.
Wadah jenis ini termasuk jenis yang sulit didaur ulang. di bawah segitiga terdapat huruf V yang berasal dari PVC yang berarti bahan tersebut berasal dari polyvinyl chloride. plastik jenis ini biasa di gunakan sebagai plastik pembungkus makanan dan juga beberapa botol minuman dalam kemasan. Plastik ini berbahaya untuk kesehatan karena mengandung DEHA yang dapat bereaksi dengan minuman dan makanan dalam kemasan. Sebaikanya pemakaian plastik jenis ini dihindarkan.LD
PE berarti low dentisity polythylene yang merupakan plastik yang dibuat dari minyak bumi yang biasa dipakai untuk tempat makanan, plastik kemasan dan minuman dalam botol. plastik jenis ini bersifat kuat, tembus cahaya, fleksibel (dapat ditekan) dengan permukaan agak berlemak. Plastik jenis ini sulit di hancurkan tetapi dapat di daur ulang. Wadah jenis ini baik untuk tempat makanan.Wada
h jenis ini terbuat dari polyprophylene, yang bersifat transparan, ringan, kuat, ketahanan terhadap lemak baik, stabil pada suhu tinggi dan cukup mengkilap. wadah ini merupakan pilihan bahan plastik terbaik dan aman untuk tempat penyimpanan makanan dan minuman termasuk botol bayi.PS berarti polystyrene, bahan yang dapat digunakan untuk tempat makan stirofoam dan te
mpat minum sekali pakai. bahan ini dapat melepaskan styrene ke dalam makanan dan mengkontaminasinya. bahan jenis ini harus dihindari karena dapat menimbulkan masalah reproduksi, otak, sistem sysaraf dan pertumbuhan. bahan jenis ini juga sulit didaur ulang.
Bahan ini memiliki berbagai jenis bahan yaitu PC (Polycarbonate), SAN (styrene acrylonitile), ABS (acrylonitile butadiene styrene) dan Nilon. wadah jenis ini dapat di temukan pada botol susu bayi, botol minum, kaleng makanan, minuman kemasan dan plastik kemasan. bahan SAN dan ABS merupakan jenis yang baik digunakan karena memiliki ketahanan terhadap suhu yang baik, reaksi kimia dan kekuatan. untuk jenis PC, jenis ini dapat mengeluarkan bahan utamanya seperti bisfenol A dan merusak sistem hormon, kromosom, ovarium dan dapat menurunkan produksi sperma serta mengubah fungsi imunitas, oleh karena itu wadah PC tidak dianjurkan untuk digunakan. wadah ini kuat untuk dipergunakan berkali-kali. oleh karena sulitnya kita menentukan kode 7 ini terbuat dari bahan PC, SAN atau ABS maka lebih baik penggunaan untuk wadah dengan kode 7 sebaiknya dihindari.Dari penjelasan di atas maka dapat disimpulkan wadah plastik yang aman untuk digunakan adalah wadah dengan kode 2 (HDPE) , 4 (LDPE) dan 5 (PP).
dan saya memilih gelas plastik biru dengan tutup oranye ukuran 310 ml yang mudah dibawa kemana-mana, aman dengan kode 5 (PP) dan tentu saja tidak bocor. Setiap hari saya bisa menghabiskan minuman hangat saya meskipun masih terlalu panas ataupun waktu terlalu mepet. ^^
Semoga bermanfaat.
sumber : http://www.tanyadokteranda.com/artikel/umum/2010/05/pintar-memilih-wadah-plastik-yang-aman
Sabtu, 31 Oktober 2009
Sensation Seeking vs Self efficacy Pada Para Pendaki Gunung
Pernah dengar sensation seeker??ya.....para pencari sensasi.......menurut Zuckerman, tokoh pencetus teori ini, sensation seeking merupakan sebuah kepribadian dalam diri seseorang yang cenderung mencari atau terlibat dalam situasi yang berisiko...baik risiko fisik maupun sosial, pemilihan situasi yang berisiko terlihat dalam pemilihan olahraga atau hobi misalnya, panjat tebing, terjun payung, rafting dan mendaki gunung atau pilihan profesi misalnya pemadam kebakaran, pilot, astronot dll. Sensation seeking merupakan sebuah kebutuhan yang mendasar tetapi terkadang tidak disadari. orang-orang yang mempunyai tingkat sensation seeking yang tinggi cenderung lebih memilih situasi yang lebih berisiko di bandingkan mereka yang mempunyai tingkat sensation seeking rendah.Apakah sensation seeking kemudian menjadi elemen kunci dalam pemilihan kegiatan yang berisiko?
Dalam penelitian yang telah saya lakukan pada 65 orang subjek penelitian yang berprofesi dan memiliki hobi mendaki gunung sebelum mereka mendaki Gunung Merbabu, ternyata sensation seeking bukan satu satunya faktor yang mempengaruhi motivasi mereka mau memilih kegiatan mendaki gunung atau memilih suatu kegiatan yang menurut kebanyakan orang merupakan suatu kegiatan yang berisiko, terutama berisiko pada keselamatan.
Self efficacy, dikatakan oleh Bandura sebagai keyakinan dalam diri seseorang yang menimbulkan kekuatan dalam dirinya untuk mengatur perilaku atau tindakan yang dibutuhkan agar sesuatu yang diinginkan tercapai, ternyata mempunyai peranan lebih besar di bandingkan kepribadian sensation seeking yang dimiliki. sebesar 26,4 % motivasi para pendaki gunung untuk mendaki gunung tersebut dipengaruhi oleh self efficacy yang mereka miliki, sedangkan sensation seeking hanya menyumbang sebesar 1% saja.
Kemungkinan hasil ini dipengaruhi anggapan bahwa, mendaki gunung merupakan suatu pilihan kegiatan yang tidak begitu ekstrim bagi para sensation seeker sebagai suatu pilihan kegiatan berisiko mereka, dikarenakan pada umumnya gunung-gunung di Indonesia termasuk didalamnya Gunung Merbabu (kecuali gunung Jaya Wijaya), kegiatannya hanya berkembang pada tahap walking dan hiking saja. tetapi bagi kalian yang pernah atau sering mendaki gunung pastinya telah sangat mengenal bagaimana rasanya mendaki gunung. kegiatan ini adalah suatu kegiatan yang jauh dari kata mudah dan ringan..
Intinya adalah...keyakinan atau belief pada kemampuan diri untuk mengatur suatu tindakan yang diperlukan untuk mencapai sesuatu yang kita harapkan jauh lebih kuat, dan hal tersebut memampukan diri kita untuk dapat melakukan suatu kegiatan yang berat sekalipun.
Sahabat...percayalah pada kemampuan yang ada dalam dirimu....^^ kamu sanggup menaklukkan gunung tinggi manapun.
Langganan:
Postingan (Atom)